Friday, 6 January 2017

Hello Eropa Timur!

13

Seru juga ya liburan bersama orang-orang kesayangan. Sungguh beruntung, saya ditemani 3 pria kesayangan sekaligus: Jude, Bryan dan Iqbal, hihihi. Paket combo! :)


Iqbal - Jude - Bryan- saya
Sebelum saya berangkat ke London, sejak pertengahan tahun 2016 Jude sudah berkali-kali mengajak saya untuk ikut liburan keliling Eropa Timur bareng dia. Saya yang saat itu masih fokus pada urusan per-London-an, cuma bisa iya-iya aja sambil nyengir 'gimana entar', sembari mikir kalopun gak pergi kemana-mana, liburan di London juga saya udah bahagia banget kok.


Baru juga satu bulan pertama di London, rasanya saya sudah cukup banyak mengeksplor kota ini. Nyaris semua touristy places yang wajib dikunjungi, sudah hampir semua saya datangi. Saya jadi mikir nanti pas liburan natal dan tahun baru, kayaknya agak garing juga kalo cuma ke situ-situ doang. Lalu, kalo gak keliling Eropa Timur bareng si Jude, kapan lagi. Mumpung ada temen, belum terlalu sibuk... dan, mumpung duitnya ada :p

Dalam waktu kurang dari sebulan, saya mulai mempersiapkan semua urusan liburan, dimulai dari visa, hotel, transport dan pakaian musim dingin. Seluruh itinerary dan rangkaian kegiatan selama liburan saya serahkan seluruhnya kepada Jude yang memang otak dari acara jalan-jalan seru ini. Adapun itinerary saya agak berbeda dari Jude dan Bryan. Mereka berangkat 1 minggu lebih awal dari saya, dan kami bertemu di Praha.

Dalam postingan kali ini, saya akan sharing sedikit beberapa hal yang siapa tahu berguna bagi teman-teman yang ingin liburan keliling Eropa Timur, sesuai pengalaman pribadi saya kemarin. Semoga bermanfaat :)

Itinerary

Eropa bagian timur terdiri dari 10 negara, yaitu Belarus, Bulgaria, Czech Republic, Hungary, Moldova, Poland, Romania, Russia, Slovakia, dan Ukraina. Pada liburan kali ini hanya 4 negara Eropa bagian timur yang kami kunjungi. Sebagai tambahannya, kami juga mengunjungi beberapa negara di Eropa bagian tengah, yaitu Austria dan Jerman. Walaupun cuma 4 negara, kami sepakat liburan kali ini judulnya tetep Eropa Timur. Maaf emang kita anaknya suka maksa :))))

Terlepas dari apapun alasannya, saya sih setuju aja waktu Jude bilang itinerary yang sudah disusun antara lain adalah:

1. Czech Republic (menginap 4 malam di Praha, day trip 1 hari ke Kutna Hora dan 1 hari ke Chezky Krumlov)
2. Poland (2 hari 2 malam di Krakow, day trip 1 hari ke Wielizcka)
3. Austria (3 hari 3 malam di Vienna, karena Jude dan Bryan ingin merayakan Natal disana)
4. Slovakia (day trip ke Bratislava, numpang makan siang doang sekalian transit dalam perjalanan dari Vienna ke Budapest)
5. Hungary (3 hari 2 malam di Budapest)
6. Jerman (3 hari 2 malam di Berlin, tahun baruan dan ketemu Iqbal disana)

Itinerary ini agak sedikit muter jauh sih, terutama dari Budapest ke Berlin, karena kami jadi balik lagi ke Praha untuk transit. Jadi buat teman-teman yang punya rencana mengunjungi semua negara yang kami kunjungi ini, saya sarankan untuk ambil jalur utara ke selatan (Berlin- Krakow- Praha- Vienna- Bratislava - Budapest). Dan satu lagi yang paling penting, kalau bisa simpan Budapest di itinerary paling akhir, karena saya jamin bakal jadi GONG-nya perjalanan kalian. Climax to the max! :)

Visa

Berhubung saya masuk (dan paling lama stay) di Praha, maka saya apply visa melalui kedutaan Czech-- yang ujung ceritanya membuat saya menyesal. Setelah pernah memiliki visa Schengen 2 tahun lalu, tentunya saya berharap mendapat multiple entry selama 1 tahun seperti apa yang didapatkan Jude dari kedutaan Belanda. Nyatanya, saya cuma dikasih single entry dengan durasi 15 hari saja, dari tanggal 18 Desember 2016 sampai 1 Januari 2017, betul-betul sama dengan jumlah hari yang akan saya habiskan di Schengen area. Astagaa, mepet amat yes, kalo ada hal-hal emergency yang tidak diinginkan gimana *jangan sampe siiih, tapi kan mbok ya kasih 1-2 hari spare waktu tambahan supaya lebih flexible waktu stay nya.

Ternyata bener aja, waktu saya pulang dari Berlin tanggal 1 Januari, saya baru dapat cap keluar Schengen-nya di Belgia, 1 hari setelah saya keluar dari Berlin-- karena saya pulang ke London menggunakan kereta. Jadilah saya punya cap keluar tanggal 2. Saya sempat ditegur di EU Border di Belgia karena saya masih berada di Schengen area 1 hari setelah durasi stay saya expired. Bingung luar biasa, karena saat saya apply visa, semua tiket sudah saya bayar dan semua dokumen penting sudah saya serahkan, yang jelas-jelas disana tertulis, bahwa saya pulang dari Jerman melalui Belgia. Beruntung, petugas EU border membiarkan saya keluar tanpa denda (kalo baca-baca pengalaman orang di Internet sih, mereka kena denda minimal 700 Euro *ajegileee...) namun dia sempat bilang, bahwa bila saya apply visa lagi bisa agak bermasalah. Huhuhu mudah-mudahan enggak ya.

Bagi yang ingin apply visa, saran saya lebih baik lewat kedutaan Belanda atau Perancis aja deh. Setelah saya cari-cari info di internet, ternyata kedutaan Ceko ini emang agak-agak gemesin bikin pengen nyubit :)

Silakan cek link berikut ini untuk info lebih lengkapnya ya --- plesirankeluarga. Dari informasi di link tersebut, bisa disimpulan bahwa negara yang paling susah memberikan visa adalah Ceko, sementara Belanda adalah yang paling mudah :)

Transportasi

Bus adalah transportasi utama kami untuk setiap perpindahan kota/ negara. Setidaknya ada 3 agen bus yang kami gunakan selama perjalanan kami ini: Regio Jet (Bratislava - Budapest, Budapest - Berlin) , Flix Bus (Praha- Krakow, Krakow- Bratislava) dan Intercars Polska (Krakow- Vienna).

Dari ketiga bus tersebut, bisa dibilang Regio Jet adalah yang paling favorit. Lengkap dengan fasilitas standar pesawat ekonomi seperti monitor tv plus headphone di setiap kursi, bus ini dilengkapi dengan power plug, wifi dan bahkan pramugari/pramugara yang melayani penumpang dengan minuman gratis seperti cappuccino, hot chocolate atau hot tea. Cukup mengesankan untuk bus seharga 8-12 Euro :)) Sayangnya, wifi mulai tersendat dan bahkan mati mengenaskan ketika sudah mulai keluar Czech Republic, mungkin providernya memang khusus dalam negeri aja.

Berbeda dengan Regio Jet, Flix Bus dan Intercars Polska cenderung relatif sama seperti bus-bus antar kota yang sering kita jumpai di Indonesia. Point plusnya, Flix Bus memiliki kursi yang cukup luas dan dudukan yang empuk, cukup nyaman untuk percajalan di atas 3 jam.

Ho(s)tel

Bisa dibilang kami masih ber-kelas backpacker, alias masih gotong-gotong backpack (terutama untuk Jude dan Bryan) dan masih menginap di hostel alias satu kamar rame-rame. Jawabannya tentu saja karena cari yang murah dan paket hemat. Tapi jangan salah, biarpun kelasnya masih budget traveller, kami punya standar yang cukup tinggi dalam hal kenyamanan berlibur. Urusan menginap di ho(s)tel salah satunya. Walaupun kami menginap di hostel, tentunya kami memilih hostel dengan standar hotel bintang 3.

Nyaman namun ekonomis, lokasi strategis, dan sarapan gratis!

Walaupun kami menginap di hotel berbintang dengan harga cukup bikin kere di Berlin, selama 12 malam lebih kami menginap di berbagai hostel dengan harga bersahabat di kantong. Dalam hal ini, saya acungkan jempol untuk Jude yang memilihkan hostel dengan review terbaik di Tripadvisor, dan memang kami buktikan sendiri, terlepas dari kekurangannya, kami menikmati semua hostel ini.

Mau tau apa aja? Tunggu postingan saya berikutnya :)

Saya akan bercerita tentang masing-masing negara, lengkap beserta tips dan foto-fotonya.

Ditunggu yaaa :)

-------------------------------------

In the meantime, saya ingin mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2017 bagi semua teman-teman yang membaca blog saya ini. Siapapun dan dimanapun kalian berada, terimakasih loh sudah mampir! Semoga blog ini bermanfaat dan menginspirasi.... walaupun sosok saya ini masih jauuuuh dari kata inspiratif hahaha *atuh da saya mah apah atuh.........

Semoga di tahun 2017, semua harapan dan doa kita terwujud ya.. SEMANGAT!!!! :)

13 comments:

  1. Semangat kuliahnya kak! Saya tunggu cerita2nya disana... Senang yaaa liburan kalo ada cowo cowo yg bisa dimanfaatin buat jadi pengawal juga, hahaha *dasar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasiiih! Iyaa Alhamdulillah seru.. ntar yaa, cerita selanjutnya masih disusun.. maklum nulisnya sambil ngerjain thesis :) Btw, makasih sudah mampir :)

      Delete
  2. Kak ilmaaaa.gimana kabar??mau donkkkk ikutan kalau europe trip lagiii..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Intan! Yuuk ke Eropa lagi :)

      Delete
  3. hai mbaa, sy ada rencana trip ke eropa timur tampa tour. boleh sy liat itinerarynya buat insight mbaa makasii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo, itinerary nya sudah saya share kok di post :) Yang ini nih:

      1. Czech Republic (menginap 4 malam di Praha, day trip 1 hari ke Kutna Hora dan 1 hari ke Chezky Krumlov)
      2. Poland (2 hari 2 malam di Krakow, day trip 1 hari ke Wielizcka)
      3. Austria (3 hari 3 malam di Vienna)
      4. Slovakia (day trip ke Bratislava, numpang makan siang doang sekalian transit dalam perjalanan dari Vienna ke Budapest)
      5. Hungary (3 hari 2 malam di Budapest)
      6. Jerman (3 hari 2 malam di Berlin)

      Untuk detail masing-masing negaranya kemana aja sih kita gak pake itinerary alias simply by asking mr.google and going where the wind blows :)

      Delete
    2. Oya sekali lagi, saran saya, kalo bisa simpen Budapest di akhir ya. Ini penting :)

      Delete
    3. Waah dibales cepet, seneng deh :) Oiya mba, dari Vienna ke Budapest via Bratislava (yg cuma makan siang/tur sehari disana) berarti pake bus yg mana ya? dan apa semua tiket bus tsb (poland-budapest) sudah dipesan online sebelumnya atau on the spot aja? makasih mbaa sebelumnya

      Delete
    4. Dari Vienna ke Bratislava naik FlixBus, lalu dari Bratislava ke Budapest naik RegioJet. Semua tiket bus sudah saya pesan jauh-jauh hari via online (demi mendapat harga termurah :p) karena rata-rata semakin mendekati hari keberangkatan, harga tiketnya semakin mahal.. selain itu juga supaya saat trip lebih pasti aja destinasi dan waktunya :) Kalo waktu liburannya panjang dan uangnya banyak sih nyantai, tapi kalo kamu student dengan jadwal liburan yang singkat dan budget terbatas seperti saya, lebih baik semua dipersiapkan mulai dari jadwal, budget dan semua urusan lainnya, jadi pas nge-trip tinggal menikmati keseruannya aja :D

      Delete
    5. jadi harus cari penginapan yang deket sama terminal ya mba kalau gitu,
      share dong mba nginepnya di hostel apa aja, hehe.
      Atau ngga boleh beritau daerah yang deket sama transport umum sekalian sightseeingnya ok di tiap kota. Makasih mbake! ;)

      Delete
    6. Kalo hostel sih menurut saya tergantung selera yaaa.. prioritasnya apa dulu.. kalo kemaren kita nyarinya yang nyaman (agak mahal dikit gpp) dan deket ke pusat kota, bukan nyari yang deket ke terminal atau yang paling murah. Untuk penginapan kayaknya mending cari sendiri di booking.com/hostelworld/agoda aja biar lebih pas dengan keinginan. Disana banyak reviewnya jadi bisa pilih yang mana yang kira-kira oke.

      Sistem transport umum di Eropa gak ribet, semuanya udah bagus banget jadi gak usah khawatir. Tiap district pasti punya jalur transportasi umum yang jaraknya deketan dari satu stop ke yang lainnya. Kalopun agak jauh bisa pake transport lainnya (bus/tram), yang pasti semua sudah terintegrasi dengan baik.

      Attraction places yang ok di tiap kota tinggal googling :) kota-kota di Eropa umumnya kecil jadi dari spot satu ke spot lain jaraknya deketan, jalan kaki dikit sightseeingnya banyak :D

      Delete
  4. Kak ilma emailnya apa kak? saya ingin bertanya , kepo nih :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan.. ilma dot zaim et jimel dotkom.

      Delete