Thursday, 13 October 2016

Sebulan Pertama

0

Sudah satu bulan saya di London!

Gak kerasa, perasaan baru kemarin saya nangis-nangisan di Bandara Soekarno-Hatta saat berpisah dengan keluarga dan gank sahabat baik saya. 

Selama satu bulan ini, Alhamdulillah saya BAHAGIA BANGET!! Satu, karena cita-cita saya untuk bisa sekolah dan tinggal lama di kota impian saya (akhirnyaaa) terwujud juga. Dua, karena saya bisa ada disini karena mendapat beasiswa full sehingga Alhamdulillah nggak perlu pusing mikirin duit hahaha. Tiga, karena saya mendapat ibu-bapak kos yang luar biasa baiknya dan tempat tinggal saya enaaaak banget. Empat, karena saya mendapat banyak sekali teman-teman baru yang menyenangkan. Lima, karena saya gak kesulitan untuk beribadah karena Islam diterima dengan sangat baik disini dan cari makanan halal sangat mudah. Enam, karena masih ada nomor tujuh, delapan, sembilan, sepuluh dan seterusnya yang membuat saya sangat bahagia hidup di London.

Salah satu bukti kebahagiaan saya adalah bukannya kurus, saya malah naik 4 kg selama sebulan disini :))))

------------------------------------------------------------

Anyway, ada 2 hal yang menurut saya cukup esensial untuk diketahui dan mungkin juga akan bermanfaat bagi teman-teman yang ingin sekolah dan tinggal di London. Dua hal ini, menurut saya sangat berbeda dengan apa yang biasa kita alami di Indonesia, yaitu masalah akomodasi dan perbankan. Untuk transportasi, tentunya memang sangat berbeda dengan di Indonesia-- namun saya rasa tidak terlalu membuat kita harus melakukan banyak pertimbangan, karena memang tidak ada pilihan lain selain menggunakan Oyster Card :)

1. Akomodasi

Ini hal yang paling krusial yang harus dipikirkan jauh-jauh hari sebelum sekolah dan tinggal di Luar Negeri. Sejujurnya, saat itu saya agak menyepelekan hal ini--- yang kemudian saya sadari bahwa hal itu salah, namun pada akhirnya saya syukuri karena Tuhan sangat baik pada saya. 

Tadinya saya mau ngoboy aja dateng ke London lebih awal, menginap di hostel murah atau wisma Indonesia untuk cari akomodasi sendiri dengan melihat langsung karena saya selalu percaya bahwa 'Seeing is Believing'. Memang idealnya sih begitu, tapi ternyata gak selamanya hal ini bisa dikondisikan. Semakin dekat hari H keberangkatan, ternyata hal ini bikin saya resah. Alhamdulillah ternyata Allah ngasih saya jalan untuk "menemukan" Ibu-Bapak kost saya yang sekarang rumahnya saya tempati.

Saya tinggal bersama Ibu-Bapak yang sudah 40 tahun tinggal di London. Mereka adalah diaspora yang bekerja di KBRI. Rumahnya terdiri dari beberapa kamar yang dulunya dalah kamar anak-anaknya. Sekarang salah satu kamar tersebut saya yang tempati :) Alhamdulillah, mereka baiiiiiikkk sekali dan menganggap saya seperti anaknya sendiri. Alhamdulilahnya lagi, urusan perut sangat terjamin. Kami sering masak dan makan bareng masakan Indonesia :)) Berikut rumah kost saya yang walau agak jauh dari pusat kota tapi sangat nyaman, dan yang terpenting saya bahagia :D


Ada beberapa jenis akomodasi yang biasa ditempati oleh mahasiswa Indonesia di London: Shared house (satu rumah barengan sama student lain), Students hall (asrama mahasiswa yang dikelola baik oleh universitas maupun private/swasta), Studio flat (satu kamar yang isinya ada dapur, living room dan kamar mandi sendiri) atau Apartment/ flat (satu unit flat dihuni sendiri.. yang ini biasanya mahasiswa tajir sih ;p).

Dalam hal memilih akomodasi, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan yaitu: 

a. Agen Properti

Ada banyak sekali website agen properti yang menawarkan jenis-jenis akomodasi yang bisa kita pilih sesuai budget, lokasi dan selera kita. Beberapa diantaranya yaitu gumtree.com, rightmove.com, zoopla.com dan masih banyak lagi. 

Biasanya mahasiswa Indonesia lebih memilih untuk 'meneruskan' akomodasi mahasiswa Indonesia yang sudah lulus karena lebih bisa dipercaya dan lebih mudah untuk 'pindah-tangan' nya. Saya lebih merekomendasikan cara ini sih daripada cari sendiri dari agen properti. Nanti kalau sudah settle di London, baru deh bisa cari tempat lain yang dirasa lebih oke.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui sebelum bertransaksi dengan agen properti:

- Cari tahu dulu siapa dan bagaimana reputasi sang agen properti. Tidak jarang mahasiswa banyak yang kena tipu karena setelah membayar deposit, eh si agen menghilang begitu saja. Jadi inget ya, harus hati-hati banget soal ini.

- Kita harus membayar deposit seharga satu bulan sewa, sebelum kita mulai menempati akomodasi tersebut. Deposit ini akan dikembalikan saat kita selesai menyewa atau masa sewa kita habis.

- Kita harus menempati akomodasi selama minimal 6 bulan. Yup, bedanya dengan di Indonesia, kita gak bisa cuma nempatin sebulan- dua bulan doang trus karena gak betah kita cabut ke tempat lain. Jadi, sebisa mungkin cari akomodasi yang dirasa bakal bikin betah untuk ditempati selama 6 bulan atau bahkan lebih.

- Biasanya akomodasi baru bisa ditempati awal bulan (tanggal 1). Jadi kalau kita sampai di London tanggal 20, kita harus cari hostel/ wisma untuk menginap sampai tanggal 30/31. Di London ada beberapa wisma Indonesia kok yaitu Wisma Siswa Merdeka/ Wisma Indonesia/ Wisma Nusantara. Untuk menginap sementara seperti ini, pastikan kita sudah reservasi jauh-jauh hari ya, karena biasanya wisma-wisma ini sering penuh terutama di masa-masa mulai perkuliahan, dan isinya para mahasiswa baru semua :))

b. Budget

Umumnya harga akomodasi yang ditulis di website/agen properti adalah PCW (Per Calendar Week) atau PCM (Per Calendar Month). Nah, kalau tulisannya PCW, untuk tahu berapa harga perbulannya, cara menghitungnya adalah: harga x 52 : 12 yaa. 

Akomodasi di London sangat bervariasi harganya. Di Central London zona 1 relatif lebih mahal dibandingkan dengan di zona 3-4. Misalnya, harga satu kamar single di zona 1 bisa sekitar 700-800 an Pounds, sementara di zona 3 kamar dengan tipe yang sama hanya berkisar 400-550 Pounds saja. Kalau kampusnya terletak di zona 1, saya sarankan sih cari tempat tinggal di zona 1 juga, atau kalo mentok ya zona 2 pinggir lah-- karena ongkos transport di London cukup mahal, apalagi kalau tinggalnya di zona 4. Untuk mensiasati biaya akomodasi supaya lebih murah, biasanya mahasiswa Indonesia share satu kamar berdua. Jadi yang seharusnya harga kamar single 800, kalau berdua jadi cuma bayar 400 Pounds. Lumayan banget sih, cuma ya resikonya mungkin gak senyaman kalau satu kamar sendiri :)

Pastikan juga bahwa harga yang tertera di website agen properti sudah include all bills, yaitu internet, listrik, gas dan air. Terkadang ada beberapa jenis akomodasi yang mengharuskan kita membayar semua tagihannya sendiri, dan itu di luar biaya akomodasi.

c. Lokasi

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, pemilihan lokasi harus dipertimbangkan dengan baik. Bayangkan bila kita berada dalam kondisi dimana kita terpaksa harus pulang agak malam. Selain kemudahan dalam bertransportasi, faktor keamanan dalam memilih lokasi akomodasi tentunya harus menjadi pertimbangan utama. 

Berikut sedikit gambaran karakteristik London yang dibagi per-area (sumber: yougov.co.uk) yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan saat memilih lokasi tempat tinggal:




Saya tinggal di NW.. jadi mayan lah ya, Intellectual-Posh.. gaya banget gak sih HAHA :))))))

2. Bank

Ada sejumlah bank lokal Inggris, namun yang umumnya digunakan mahasiswa Indonesia, adalah Barclays, Lloyds, NatWest, HSBC dan Santander.

Sejauh yang saya ketahui (tapi silakan cari info yang lebih jelas lagi), tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan dari kesemua bank tersebut. Biasanya masing-masing orang punya pertimbangan sendiri kenapa memilih bank tertentu. Saya sendiri memilih HSBC dengan pertimbangan karena bank ini memiliki cabang di seluruh dunia serta tidak dikenakan biaya bila kita ingin transfer ke rekening HSBC Indonesia. Berhubung saya sedang menjalani program PhD yang artinya akan tinggal di London selama 4 tahun dan ada kemungkinan bakal sering ke luar negeri, maka saya pikir ini pilihan terbaik.

Tapiiiiiii..... ada tapinya.

Perlu diketahui bahwa dalam membuka rekening di bank UK sangat berbeda dengan membuka rekening di Indonesia. Kalau di Indonesia kan kita tinggal bawa KTP, isi form yang dipandu oleh customer service serta setor sejumlah uang (minimal 50ribu kan ya kalo gak salah), dan rekening plus kartu debit kita pun langsung aktif saat itu juga. Gitu kan yah? Naaah, kalo di UK beda :)

Kita harus appointment dulu, apalagi kalau kita buka rekening di kantor cabang di pusat kota atau di kantor cabang yang lumayan besar dan ramai. Appointment bisa memakan waktu 1 minggu atau bahkan lebih. Setelah kita melakukan pengisian formulir dan wawancara dengan pihak bank dengan menunjukkan paspor dan surat dari universitas yang menerangkan alamat rumah kita, nomor rekening beserta kartu debit akan dikirimkan ke alamat akomodasi kita sekitar 3-5 hari kemudian, dan nomor PIN juga dikirim 1-3 hari setelah kita menerima kartu debit.

Tapi itu kondisi normalnya yaaa.

Nyatanya, kasus setiap orang beda-beda. Ada yang langsung datang ke bank tanpa harus appointment, langsung aktivasi rekening dan dapat kartu debit saat itu juga. Ada yang harus menunggu appointment hingga 2 minggu. Ada yang setelah appointment harus nunggu lagi 2 minggu lagi.

Saya pribadi termasuk yang agak "apes" karena harus menunggu 2 minggu lebih sampai rekening dan debit card saya aktif. Gak ngerti juga kenapa. Mungkin karena saya daftar di kantor cabang yang kecil dan agak jauh (?) atau karena saya pilih HSBC (??) atau karena saya kurang amal haha (???)

Correct me if I'm wrong, setahu saya bidang finansial dan perbankan di Inggris adalah salah satu yang terbaik di dunia.. tapi kok so far saya merasa pelayanan perbankan di Indonesia masih jauh lebih baik ya? Atau karena memang Indonesia biasa "manja"?

Selain masalah buka rekening yang saya jelaskan di atas, pelayanan di kantor bank nya juga tidak senyaman di Indonesia. Di Indonesia, kita biasa dibukakan pintu oleh satpam, ambil nomor, antri sesuai urutan nomor, kemudian langsung melakukan transaksi dengan teller/ customer service setelah nomor antrian kita dipanggil. Cetak buku rekening, penerbitan kartu debit, registrasi online banking dan sebagainya bisa dilakukan dalam satu waktu.

Disini, jangan harap kita disambut satpam, ambil nomor dan duduk manis di sofa yang nyaman sambil menunggu antrian. Kita harus siap mengantri sambil berdiri sampai tiba giliran kita. Dan jangan kaget kalau di cabang-cabang tertentu cuma tersedia 1 teller saja dan antriannya panjaaang. Iya, berdiri aja terus sampe kelar :)) Saat giliran kita tiba, rasanya gak enak sendiri kalo kita transaksi lama-lama, melihat antrian di belakang kita yang masih panjang.

Kenapa begitu ya? Ada yang tau gak sih kira-kira kenapa? Hmmm...

-----------------------------------------------------------------

Walaupun dalam beberapa hal jauh lebih nyaman di Indonesia, saya enjoy-enjoy aja sih tinggal di sini. Yang pasti akhirnya saya sadar, bahwa kenyamanan di Indonesia membuat saya bangga, bahwa ternyata Indonesia gak kalah kok sama negara-negara (yang katanyaa) maju ini :)

Okeeey, ditunggu di London yaaa! :)



0 comments:

Post a Comment